skip to main |
skip to sidebar
Tv Sharp : mati protek dan di lengkapi data part aktif
Banyak kasus kerusakan tv walau gejalanya sama tapi penyebabnya bisa lain, seperti contoh yang akan saya kemukakan sekarang ini Tv Sharp Alexander jr. dengan gejala mati protek di sebabkan karena ada kerusakan pada blok horisontalnya...Dengan mengamati proses pengukuran maka sebenarnya penyebab gangguan bisa di lokalisir dengan artian mempersempit wilayah kerusakan, begini ceritanya :Tv Sharp ALEXANDER jr.type 14GX20 punya kendala mati protek, saat pertama kali di buka terlihat mesin sudah acak-acakan karena ada bekas jejak servis dan langsung saja cek transistor h out yang ternyata kondisi setengah short...lalu cabut tr.h out TT2140 dan sekalian merapihkan ulang solderan yang sudah berantakan, banyak hasil soldernya yang ngatruk (nempel antara 2 titik solder yang beda jalur) jadi sangat mengkhawatirkan. Setelah selesaikan semua solderan yang memang sudah di kerjakan lebih dulu oleh montir tv sebelumnya, coba tes tegangan B+ dan keluar 115vdc hingga pada titik kolektor juga, lalu cek di titik basis tr.h out ada sekitar 1,5vac walau hanya sesaat tapi sempat terlihat karena memang kondisi tv mati protek apalagi tr.h out di lepas yaa..seperti itulah keadaanya. Pemeriksaan awal tadi menunjukan bahwa mesin masih sehat hanya saja yang mengherankan transistor yang di pasang oleh montir terdahulu bisa short lagi..? itu sebabnya beliau gagal servis, ada kemungkinan bengkel tersebut agak segan dengan kerusakan Tv Sharp...he..he..itu cuma dugaan saja, karena memang Tv Sharp dari tahun satu sampai abad Millenium ini banyak memakai sistem protek pada tiap-tiap bloknya sehingga menyulitkan para bengkel termasuk saya tentunya, tapi untung garapan kali ini si Alexander Junior.. Baiklah tidak berpanjang lebar ahlul bait di ganti dengan tr. D2499 dulu agar bisa bertahan sedikit dari pengaruh part yang short (nantinya di tukar ke TT2140 lagi) dan coba nyalakan tv sambil tes tegangan pada titik B+, tampak ada 115vdc tapi tidak turun karena blok regulator ini tidak di lengkapi dengan ic optocouple dan langsung standby (lampu led nyala) namun saat tombol ch+ di tekan untuk start ,tegangan naik sebentar jadi 118v lalu turun sekitar 80v kemudian naik lagi ke 115v. Kesimpulkan mesin ini bisa start tapi karena ada part yang mungkin setengah short maka saat on tampak seperti tidak ada reaksi sama sekali.Melihat kenyataan seperti itu, dan juga pernah diganti tr.h outnya tapi tidak berhasil bahkan kembali rusak maka biasanya diperkirakan ada 2 part yang mengalami gangguan yaitu Yoke Defleksi atau Flyback Transformer (FBT), maka saya ambil yang termudah dulu yaitu memeriksa yoke, ternyata...benar saja part tersebut sudah hangus akibat lem kualitas rendah yang memyebabkan korosi pada gulungan kawat email yoke, lem di rekatkan pada 2 kutub gulungan yang sengaja dipisahkan dengan gap (celah) jadi jaraknya sekitar 1mm saja tentunya ke 2 gulungan tersebut jadi terbakar semua...
Akhirnya di bongkar juga yokenya karena berhubung pemilik tv hanya ada persiapan uang untuk jasa servis tv saja, kawat email gulungan bawah terkelupas lapisan laknya dan tampak menghitam jadi bisa di kerik untuk membuang kotoran serta bisa di bersihkan dengan thinner sedangkan gulungan atas yang sedikit parah sampai ada 3 lilitan kawat email yang putus, gulungan kawat bawah yang sudah terkelupas bisa di lapisi ulang dengan power glue atau sejenisnya asalkan lem itu kondisinya sangat baik cair seperti air jadi ketika di teteskan maka akan langsung meresap pula sampai pada kawat email yang lain dan minimal 2 atau 3x melapisi kawat email agar tebal seperti lapisan lak aslinya sedangkan gulungan atas, kawat email yang putus harus disambung dengan kabel biasa dan pastinya juga di beri lem pula karena bernasib sama yaitu terkelupas...
Setelah lem kering dan sudah tidak ada yang induksi lagi antar lilitan kawat email dan antar ke 2 gulungan atas-bawah, sekarang waktunya ujicoba yoke yang di servis tadi karena peluangnya 50 : 50 dan sekaligus tes mesin tv yang mati protek...jreng..jreng..tv bisa start dan terlihat lampu heater nyala sebentar kemudian muncul raster lalu layar menjad Blueback, langsung tancap antena...eeeh gambar dan suara muncul berbarengan..Alhamdulillah...rampung juga gawean tv iki.
Tes 15 menit tidak ada tanda apa-apa dari yoke atau yang lainnya...Tidak lupa mengganti tr. dengan nomor aslinya kemudian tes ulang sampai 2 jam lebih situasi aman terkendali, berarti servis yoke sukses besar !! sambil itu tak catat type part untuk data manual servis seperti : - Ic regulator STR W5453A
- Transistor h out TT214
- FBT BSC 25-02167
- Ic Vertikal LA78040B
- IC SUARA LA42031
- IC MEMORY 24C08WP
- IC PROGRAM IXC 245WJN50
- YOKE
kertas terjepit ferit gulungan, lain waktu bisa di lengkapi.
Senin, 13 Januari 2014
Pasang mesin tv cina di CRT 34 in TOSHIBA
Sekarang sedang musim ganti mesin, di antara tv-tv tua mulai banyak yang tumbang contohnya Tv TOSHIBA apabila ganti mesin seringkali menemui kendala terutama pada Yoke Defleksinya. Yoke Defleksi CRT size 25 in ~ 34 in rata-rata berukuran rendah di bandingkan Yoke CRT Tv merk lainnya.
Banyak jalan menuju Roma ! Begitu juga cara untuk mengatasi kendala gambar kurang lebar akibat dari Resistan Yoke di bawah Satu Ohm antara lain menambahkan nilai kapasitor, membuat lilitan pada batang ferit FBT, pasang Yoke Trafo atau mengganti Yoke Defleksi dan lain-lain. Tapi rasanya sebagian besar para Tuser akan memilih metoda praktis dan hemat selagi jurus andalannya masih sinergi dengan barang garapan, yaa seperti pribados ini selalu mencari solusi INOVATIF agar cost work tidak membengkak tapi dengan hasil yang Maksimal..!!
Baiklah..daripada banyak bacot, mendingan pribados akan memperpanjang cerita lagi, xi..xi. Kemaren dapat job pasang mesin cina di Tv TOSHIBA 34 in merk W.COM. Waktu di telpon oleh pelanggan katanya mau servis Tv dan pas sampai di TKP eeh.. gak tahunya jadi pengrajin Televisi sebab mesinnya telah di belikan. he..he masabodo lah..yang penting cepat bayaran ya gak mas bro ?
Singkat kata isi Tv ta' protoli lalu ganti kabel Yoke Horisontal dan Vertikal serta meneliti kaki soket layar untuk pin-pin CRT. Ternyata Katoda Biru masih terhubung dengan pin sebelahnya maka kaki no.12 soket CRT di N.C kan saja agar tidak short body kemudian kaki no.4 (N.C) di gabung ke ground karena bila tidak, pada saat Tv menyala soket RGB akan bergetar dan mengeluarkan bunyi derik, lalu jalur pcb yang nganggur/tidak terpakai di kelupas supaya gak gampang short akibat korosi/karat dan jangan lupa solder kabel hijau body CRT ke trip yang sudah tersedia di Modul Matrix RGB
Kaitkan kop Anoda FBT, tancap Modul Matrix RGB yang barusan beres di modif dan pasang kabel Yoke ke mesin kemudian Onkan Tv eng...ing.. eng layar terkembang tapi gak sampai ujung kiri-kanan dengan kondisi cembung, mungkin Tv ini gak pernah lebaran eitt... tunggu dulu ada fasilitas PINCHUSION nya ! Lakukan Improvisasi menggiring ke 2 trimpot dengan memutar perlahan bolak-balik secara bergantian dan hasilnya raster bisa lebar bahkan logo stasiun tv sampai mentok hanya gambarnya jadi melengkung ke dalam.
Tidak terasa rokok sudah habis 6 batang dan kopi 1 gelas minum sikit-sikit lah atur timing tapi cacat bantal/parabola belum mau berdamai..kasiaan deh gue, jadi juga peres otak nih he..he. Tarik napas dulu maang sambil ngajak ngobrol ngalor ngidul tuan rumah dalam acara rehat sejenak. Ternyata masa tenang punya khasiat ! di sela-sela ngobrol bareng sambil sesekali melirik Tv, terbesit pikiran, kenapa gak di kembalikan lebar gambar seperti saat pertama kali Tv nyala ? dan seting dulu masalah Pinchusion, gerentes pribados. Langsung saja pribados pamit undur diri dari kancah yang seru tadi dan meneruskan untuk menggembala ke 2 trimpot supaya bisa jinak.
Setelah mengatur kembali kelurusan pada tepi kiri-kanan walau lebar gambar kurang masing-masing 25 cm, coba tambah satu kapasitor damper 912/1600v dan pindahkan kabel Merah (H+) di trip T1, T2, T3, T4 dan T5 tapi masih kurang 10 cm lagi, karena berhubung raster bisa di adjustmen via RP301/RP302 resistan maka punya kesimpulan bahwa H+ WIDE dapat di atasi cukup dengan memakai trik lilitan kabel pada batang ferit FBT sebanyak 18 lilitan dan arah putaran searah jarum jam mulai kabel dari trip (H+) di mesin. Perhatikan Pig. di bawah ini lilitan pada batang ferit pakai kabel hitam di sambung ke kabel merah trip( H+) mesin dengan di bungkus isolasi kertas dan ujung lilitan yang lain nya solder langsung ke Yoke
Sambil tes run, rakit tombol panel depan, sensor unit dan saklar power yang kebetulan terpisah dari Mother board jadi tidak perlu di gorok serta unit AV pasang di belakang kabinet saja .
Inilah hasil akhir pasang mesin tv cina di CRT 34 in, logo stasiun tv sudah masuk ke dalam dan jaraknya sekitar 2 cm dari pinggir layar sedangkan tepi gambar tidak melengkung lagi.. Akhirnya kelar deh...tanpa menunggu lama langsung dapat amplop tebal sebagai tanda terimakasih, cihuyy..!
Rabu, 8 Januari 2014
Tv Polytron Slim mati protek & parameter 1013/1014
Kalau sedang sepi servisan begini rasanya agak kurang nyaman, mau merokok aja harus hutang dulu di warung tetangga tapi mendadak bunyi hp di saku celana...wah ada nada panggilan nih, asyiik... ada orang meminta pribados untuk datang servis tv.Sampai di TKP ternyata Tv Polytron U-Slim XBR model PS 52UV60RM dengan panel warna merah tua yang teronggok diam di atas meja sedang menunggu sang Tuser beraksi kembali dan setelah di buka terlihat ada part yang sudah gosong, hmm.. kemungkinan akibat Over Voltage dari blok Regulator gerentes dalam hati. Part yang hangus dan putus yaitu R502 2,2kΩ dengan D522 DZ33V serta elko C804 22u/50v meledak yang tertinggal hanya kaki kutubnya saja.Mendapati keadaan seperti itu, lantas cek tr hout => OK dan melepaskannya agar saat menguji tegangan Regulator nanti tidak terjadi apa-apa karena beban utama sudah di amankan lebih dahulu, kemudian cek ic Optokopel -> meragukan (kaki no. 3 dan 4 tidak gerak saat di uji pakai x10k), cek ic 504 W431A => OK, cek semua Resistor + Trimpot Stabilisator => OK.Sekarang tinggal tes blok Regulator ternyata hasilnya masih Over tegangan, sedikit bingung juga nih biasanya kalau out tegangan mencapai 250v gangguannya berasal dari Resistor yang sudah melar, putus atau jalur retak tapi kali ini beda. Kala sedang di landa kebingungan dan sambil memperhatikan part-part lainya mungkin masih ada yang terlewatkan, cuma karena merasa sudah yakin semua bagus lalu coba iseng cabut elko B+ C508 100u/160v walau sebenarnxa agak sangsi...sebab di lihat dari bentuk fisik tidak terjadi perubahan tapi berhubung tinggal elko itu saja yang belum tersentuh akhirnya di cabutlah, walaah.. pas di cek dengan Avo meter x100 ternyata nol (0) mikro alias jarum tester tidak gerak sama sekali.Di lanjutkan ke elko C807 47u/160v dalam kondisi setengah short, langsung saja kedua elko di ganti dengan nilai yang sama yaitu 100u/160v dan tes ulang Out B+ ternyata sudah mantap di 115v sekalian cek juga di titik basis tr hout ada 1,5vac karena merasa Out B+ dan bagian Drive Horisontal sudah Ok lalu pasang kembali tr hout yang tadi di lepas.Nyalakan tv tampak raster nyala hanya bagian atasnya saja sementara 3/4 layar gelap kemudian jadi standby dengan di tandai lampu led menyala, nggak pakai lama langsung ganti ic Vertikal. Onkan lagi Tv jreeng raster biru terbuka full disertai logo POLYTRON, colok antena gambarpun normal.Daftar part aktif:
- Ic Micom HBT-01-01G
- Tone R2S15900
- AUDIO STA540
- Ic Vertikal LA 78141
- FBT JF0501-19587
- Yoke SCP-211B11UXF
- Tuner TAEA-G020D(P)
- EEPROM 24016WP
- Transistor H out C6090
Pameter 1013:
H-SHIFT 12
H-SIZE 37
H-BOW 05
H-PARA 02
EW-PARA 94
EW-CORBT 08
EW-CORTO 06
EW-TRAPZ 47
S-SCOR 24
V-LIN 18
B-DRV 66
G-DRV 35
B-CUT 32
G-CUT 49
R-CUT 64
V-AMPL 27
VCEN 11
Parameter 1014:
AGC GAIN ICH 28
HI AGC 27H 39
LO AGC 26H 38
WB COL 32H 50
WB CON 64H 100
WB BRI 46H 70
Y-DELAY 07
BRTS 04H 04
V-BLK 07H 07
U-BLK 08H 08
V-SHIFT 00H 00
V-OSD 27H 39
H-OSD 23H 35
OPTLANG 00000001 01H
OPTION4 00010011 13H
OPTION3 00001101 0DH
OPTION2 00011001 19H
OPTION1 11001000 C8H
OPTION0 01100101 65H
Parameter 1206:
SCNT ODH 13
CNTN 7FH 127
CNTC 40H 64
CNTN 00H 00
CNTD 7FH 127
BRTX 2AH 42
BRTC 4CH 76
BRTN 20H 32
COLX 50H 80
COLC 3AH 58
COLN 0DH 13
COLP 3AH 58
COLD 40H 64
TNTX 3DH 61
TNTC 42H 66
TNTN 28H 40
ST3 1CH 28
SV3 22H 34
ST4 1CH 28
SV4 22H 34
SVD 19H 25
SHPX 1DH 29
SHPN 0AH 10
ASS H 06H 06
ABCL 00000001 01H
DCBS 00010111 17H
OSDA 00000010 02H
NOIS 00001111 0FH
NDTC 1FH 31
FLG0 01000100 44H
FLG1 00001000 08H
SVM 00010000 10H
VBLK 00000000 00H
VCD0 00011010 1AH
VCD1 00000001 01H
VL1 25H 37
VL25 57H 87
VL50 5FH 95
TCOL 10001011 8BH
BCOL 01110101 75H
ST BG 02H 02
ST I 02H 02
ST DK 02H 02
ST M 05H 05
SSDK 00001110 0EH
SSM 00000010 02H
HAFC 10000100 84H
ALC 02H 02
VOLCP 53H 83
TINTPAL 3AH 58
DMP 00
HS BLK-SS 00000100 04H
Parameter 1207:
FS SLV 11000000 C0H
FS-LENGTH 07H 07
FS CTRL 10000000 80H
FS CTRL2 01010000 50H
FS CTRL3 00000000 00H
FS BVL 00000001 01H
FS BVH 00000010 02H
FS BUH 00001000 08H
EFECT SVM 11010100 D4H
SOFT 23H 35
SENSO1 01100101 65H
SENSO23 01010101 55H
SENS89 01011111 5FH
FS-LOMIN 2AH 42
FS-HIMIN 06H 06
FS-LOVL 64H 100
FS-HIVL 0EH 14
FS-LOVH 64H 100
FS-HIVH 24H 36
FS-LOUH 3AH 58
FS-HIUH 47H 71
SHP-PAR 4BH 75
SS100 10011110 9EH
SS80 10011001 99H
SS60 11010100 D4H
SS40 11001010 CAH
SS20 11000101 C5H
SS00 11000000 C0H
F-LIMHI 2DH 45
F-LIMLO 28H 40
ALG0 01H 01
BOST-H 28H 40
BOST-L 3CH 60
DIV 01H 01
IF-MIN 32H 50
IF-MAX 6EH 110
RF-MAX 2DH 45
BOOSTER 11000010 C2H
VOSD-FM 0BH 11
R155-VOL 00000010 02H
R155-ASDA 00000100 04H
R155-SMPR 00010001 11H
R155-ASDM 00000000 00H
R155-DEM 00000111 07H
R155 NICH 00001001 09H
R155-NICL 00001010 0AH
R155-LPC 00001001 09H
TV SHARP MATI PROTEK
Pekerjaan servis tv kali ini cukup melelahkan dan sekaligus membahagiakan, fenomena ini menjadi cambuk buat pribados selaku Penulis dan Tuser untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama apalagi ini pengalaman pertama mengutak-atik tv SHARP yang tersohor dengan sistem protek kualitas jempolan. Walau sering servis Tv SHARP kebanyakan yang bermasalah part Ic Vertikal, Transistor H out, Tuner, Yoke Defleksi, FBT, STR Regulator dan Tr. RGB, Vcc 5V tr C1815/A1015 dan lain-lain. Kisahnya begini: bermula dari cerita teman bahwa tetangganya punya Tv yang nggak bisa hidup hanya lampu mata kucingnya aja yang nyala, ok. lah saya menyanggupi untuk hadir ke TKP ! Setelah kami datang ke tempat yang dituju ternyata di sambut gembira oleh tuan rumah dan tanpa ditanya beliau langsung mengeluarkan keluh kesahnya, maklumlah seorang ibu sang pemilik tersangka yaitu Tv SHARP WONDER 20W20 dengan gejala bisa start, muncul raster sebentar lalu protek.
Selanjutnya sayapun mencoba untuk menyidik si tersangka dan mencari tahu apa gerangan yang terjadi. Pertama tentu saja harus di buka dulu penutup belakang kemudian merayunya dengan menyolder semua blok yang di curigai dari Vertikal, Horisontal dan Neng Icy yang selalu Singel namun tanpa membawa hasil apalagi semua part terlihat mulus.. Kemudian dengan sedikit menggertak coba angkat jumper 223 dekat pin 64 ternyata Tv mau nyala dan bersuara, dengan berbekal info itu maka pribados meneruskan penyidikan pada kerabatnya sebagai saksi yang meringankan.Dengan menggunakan alat pendeteksi kebohongan yaitu AVO meter, satu persatu membuka dioda-dioda sensor protek pun di mulai dan saya awali dengan membuka sensor tegangan Ic Vertikal D502 di teruskan sensor tegangan Ic
Audio D503, D504 lalu sensor tegangan Vcc
5V D752, sensor tegangan 8V D609, sensor tegangan ABL D606, sensor tegangan 185V D613 dan sampailah pada sensor tegangan Heater D614 atau biasa di kenal dengan X-ray
Protection, Tv tetap bungkam seperti awal pemeriksaan. Waakh.., sampai di sini semangat jadi mulai turun karena tips dari Pujangga Elektronik kang Aisy Romadona belum juga membuahkan hasil yang di harapkan, termenung beberapa lama sambil membolak-balik halaman Data Sheet yang ada di buku besar Eyang Gugel serta menghisap rongkok dan menyeruput kopi. tapi tak jua di ketemukan kasus yang sedang saya dalami ini.Rupanya masalah ini menjadi teka-teki yang harus segera di pecahkan bagi pribados, lama berpikir muncul rasa penasaran dengan jumper 223 sebagai Protek Utama dan hubungannya dengan dioda-dioda sensor D502, D503, D504, D752, D606, D609, D613 dan D614, setelah di telusuri ternyata semua dioda sensor bermuara pada Q603 transistor smd. Barulah ada titik terang kembali, apabila mencabut R613 10kΩ sama hal nya dengan mengangkat jumper 223, baiknya tes dengan membuka dioda zener D607 22V Tv bisa hidup lalu ukur tegangan ada 17v, lalu pasang kembali zener dan langsung ganti tr smd tes ulang hasilnya 30 menit Tv bisa nyala normal, karena merasa sudah berhasil menemukan biangkereknya maka Tv pun di tutup. Tapii... saat coba di Onkan lagi Tv nya kembali Protek .Sebetulnya ibu pemilik tv sudah tertawa girang karena Tv sudah bisa di tonton lagi bahkan anak-anaknya mulai rebutan remot karena ingin sekali nonton acara favoritnya tapi semuanya kembali lemas..,termasuk yang nyervisnya juga he..he.. Sampai terlontar secara spontan dari mulut si ibu.,, mungkin alat yang kayak kutu kampret itu bang..yang nggak kuat kali..? Ya mungkin aja bu, saya mau kasi yang gedean dach. jawab pribados sambil lirik-lirik bangke mesin tv Sharp yang sudah acak adul. Maka sebagai gantinya di pasang transistor C1815, Tv pun kembali nyala, Di sinilah kesalahan yang bermakna karena penasaran dengan rangkaian sistem Protektor, iseng mau tahu berapa volt di titik D610/RJ12 ternyata ada 12v alaa.. m@k ! mendadak Tv yang sedang nyala langsung jadi protek lagi tapi itu belum pribados sadari lalu Onkan Tv dan normal kembali, nah.., sekarang ketika sedang asyiknya nonton/tes sekitar 10 menitan tiba-tiba layar berkedip 2 x walau lampu led masih nyala hijau Tv langsung protek, lampu led pun merah lagi. Terpaksalah ubek lagi sekitar Q603, kedapatan dioda D607 short dikit di ukur pakai Ohm meter selektor 10k karena tidak ada stok DZ 22V jadinya di ganti dengan DZ 33V karena mengacu pada D610 pakai DZ 24v yang memonitor tegangan 12v lalu Onkan Tv dan normal lagi, berhubung masih penasaran saat Tv hidup cek tegangan di titik C603 1u/50v, pas ujung probe merah AVO meter menyentuh titik positif elko terdengar bunyi pelan tek-tek layar berkedip 2 x pula langsung protek lagi. Akibatnya kali ini setiap di Onkan selalu mati protek yaa seperti awal pertama datang.Ternyata apabila D610 yang di ukur D607 jadi korban dan begitu juga sebaliknya kalau yang di ukur D607 maka D610 langsung short, mungkin area protek ini sangat sensitif jadi saat hendak di ukur tegangan yang ada pada ke 2 dioda zener akan mengalami sedikit penurunan voltase sehingga membuat Protektor aktif. Akhirnya tanpa membuang waktu D607, D610 ganti dengan DZ 33v dan transistor C1815 di ganti dengan type sama dan sekarang setelah di tes ulang lebih dari satu setengah jam Tv di hidupkan tidak mengalami gangguan lagi. Coba on-off kan berkali-kali sudah tidak protek.Daftar part aktif - Transistor H out D2586
- Ic Vertikal TDA8357J
- Ic EEPROM 24C04
- Ic Tone LA7016
- Ic suara TDA7056A
- Single Ic TDA9381PS/N1/150312
- FBT F0194 PEN1-SA
- YOKE 6150Z-1011Y