Buat Lilitan untuk sumber tegangan AFC di FLYBACK mesin Tv Cina

Buat Lilitan untuk sumber tegangan AFC di FLYBACK mesin Tv Cina


Awalnya sih, gak nyangka banget... Tadi pagi datang orang yang tidak di kenal ke rumah pribados. Eeh... tak tahunya mau servis Tv POLYTRON rupanya.., dan terjadilah dialog antara pribados dengan Customer.
Singkat cerita pribados sudah mulai menggarap Tv POLYTRON nih, tapiii.. mesinnya dari perangkat Tv Cina, namun pribados gak tau bin lupa merknya.. namun yang jelas mesin Tv tersebut dapat beli dari toko "Elektronik". WOOOWW !
Kanajong jadinya laah.., pelan-pelan mulailah menyolder bagian yang rawan panas sambil memeriksa part-part yang tampak mulai berubah karena termakan usia. Ada elko kopel 1000u/25V bagian Vertikal sudah kembung, resistor 470Ω terkelupas di out ic Regulator KIA7809 dan ada satu lagi ternyata FBT pun telah mengalami pergantian sebab semua jalur pin banyak sayatan untuk memutus jalur aslinya agar type FBT yang lain dapat berfungsi secara baik dengan cara menjamper kabel di pin-pin FBT.

Jmpr
Kemudian pribados cek hubungan induksi transistor Regulator.. amaan, di lanjutkan ke transistor Horisontal Out, kok jarum tester Ωmeter posisi 1x gerak bolak balik ? Cabut tr H out, cek ulang induksi di titik basis dan kolektor tr H out ternyata masih tetap short dan setelah di sweeping sepertinya biangkereknya muncul dari dioda B+ dalam kondisi short.
Pergantian pemainpun sudah di lakukan semua, waktunya tes tegangan Out B+ yang kebetulan tr H out pun belum di tancap. Creekt... strum B+ nangkring di 115VDC, dan bisa di pastikan blok Regulator terkendali, pasang kembali tr H out dhuaarrr ! Hehehe Tv POLYTRON gadungan bisa nyala normal. Hadeuh.. cuman segitu doang rusanknya mesin Tv Cina huuhhh ! Setelah Tv nyala normal, alangkah terkejutnya pribados saat hendak memprogram ulang susunan canel weleeh.. gak mau muncul menu display alias OSD walau telah menekan tombol panel atau remot kontrol berulang kali, apalagi tombol Micro Switch di panel sepertinya sudah eror. Waduh jadi garuk kepala dech, keruan saja pribados langsung curiga dengan FBT pengganti itu.

Pas di lihat typenya BSC25-T1010A dengan data pin :
  • TP
  • H OUT/COL
  • TP
  • B+
  • TP
  • TP
  • GND
  • HT
  • ABL
  • 180V/NC
.

Sedangkan FBT bawaanya type BSC23_01N40G1 (tertera pada papan pcb/main board) dengan data pin :
  • H OUT
  • TP
  • B+
  • GND
  • NC
  • AFC
  • TP
  • ABL
  • HT
  • NC
dan setelah di bandingkan ternyata FBT BSC25-T1010A tidak ada pin khusus AFC nya yang hanya mengandalkan tegangan dari pin Heater saja sebagai suplai tegangan.

Pada gambar di atas, tegangan AFC di sadap dari tegangan Heater 6VAC, bisa jadi tegangan itu tidak mencukupi untuk mengangkat Besaran Level Pulsa AFC HORISONTAL, sedangkan Pulsa AFC harus tetap terjaga agar dapat memandu penetapan gambar dan warna. Andai Pulsa AFC Horisontal terganggu dapat menyebabkan tidak terkuncinya osilasi horisontal dari ic Osilator LA76810/18 sehingga gambar tidak bisa tercetak, sebab koordinat titik gambar lepas yang mengakibatkan gambar melintir ke kiri atau kanan, warna tidak bisa tampil, OSD hilang dan lain-lain.
Karena merasa yakin masalah OSD hilang penyebabnya dari FBT pengganti yang bukan type aslinya, maka pribados harus membuat rangkaian suplai tegangan yang cocok untuk jalur AFC dan biasanya kalau FBT mesin Tv Cina punya pin AFC tersendiri maka di outnya dapat mencapai 20VAC.(standar tegangan AFC 12VAC ~ 40VAC bila terpisah dari Heater)
Untuk itu pribados membuat lilitan khusus AFC sebanyak 15~16 belitan di batang ferit FBT dan putaran lilitannya se arah jarum jam mulai dari ujung satu solder ke ground mesin.
Belit
Dan setelah beres membelit kabel warna hitam kecil di batang ferit lalu mengujinya pada ujung satunya lagi pasang di probe tester warna merah VOLTAC METER sedang probe hitam di groundkan pada selektor 50VAC yang hasilnya sekitar 22VAC.
Lps
Untuk memfungsikan sumber tegangan dari 16 lilitan yang tercipta barusan, lantas pribados mencabut jamper W410 yang ternyata sudah di isi resistor 1K2Ω lalu cek R413 10KΩ dan VD411 serta cek R723 8K2Ω dan C723 18pf cabang ke jalur H.SYNC di V705 Transistor C1815 dan pin H.SYNC ic program LC863532B/54H7 untuk memastikan bahwa tidak ada part lainnya yang rusak ! dan melepaskan sambungan ke Heater.
Het
Lalu ujung lilitan kabel penghasil tegangan 22VAC di pasang ke dalam titik/lubang eks jamper W410 pada posisi pinggir mesin yang sudah di lepas tadi.
Meniu
Saatnya mencoba hasil kerja.. Ceesh, layar terkembang bersamaan muncul gambar dan displai nomer canel Tv di pojok atas yang menandakan bahwa OSD sudah muncul. Hahaha.. jerih payah pribados berbuah manis walau hanya Tv Cina tapi pekerjaan ini membuat hati jadi nyaman karena bengkel lain yang dulu belum tahu trik model begini.

Tv SHARP PICCOLO mati protek dan buat suplai Heater Independen

Tv SHARP PICCOLO mati protek & buat suplai Heater Independen


Kali ini pribados mau berbagi pengalaman tentang Tv SHARP yang terkenal dahsyat. Begini kisahnya saat pribados sedang asyik mereparasi di desa sebelah.. datanglah tetangganya yang punya Tv, lalu beliau bilang tv miliknya pun yang baru di beli 1 tahun lalu sekarang ini sudah mengalami gangguan hidup sebentar kemudian mati. Mendengar keluhan seperti itu dan meminta pribados pula yang memperbaiki, lantas pribados berjanji mau datang tapi setelah menyelesaikan job yang sedang di garap ini (Tv Cina. Red)
Singkat cerita, pribados sudah berhadapan dengan Tv SHARP PICCOLO SLIM type 21 ES251ER, dan coba meminta untuk menghidupkan lagi Tv agar bisa melihat gangguan yang sebenarnya, hidup sebentar langsung mati protek. Awalnya menduga ic Regulatorlah yang eror, tanpa basa basi ganti STR W6553A dan elko 22u/50v dalam blok Regulator tapi setelah beres pasang 2 alat tersebut serta coba hidupkan ternyata masih tetap saja begitu.. nyala sebentar lalu mati protek. Kurang ajar ni tv SHARP bikin bete aja, gerentes pribados. Menanggung malu jua terhadap empunya tv.. karena pribadoslah yang minta di belikan ic Regulator berikut elko, namun hasilnya tetap nihil. Maka perburuanpun di mulai pada part yang mencurigakan, penyisiran di luar Regulator. Namun semuanya OK tidak ada yang aneh dan terukur dengan baik, lalu untuk menenangkan perasaan galau pelan-pelan resolder bagian yang rawan panas..
Dalam dunia bengkel tv, apalagi praktek panggilan kayak gini.. sering dapat orderan yang paten.. maksudnya rada mumet bikin kepala nyut nyutan he..he. Setelah beres resolder dan memeriksa kembali hasil patri mematri serta bersihkan pakai tiner kemudian pribados meminta sekali lagi kepada tuan rumah untuk menyiapkan kaca cermin yang agak besar
Kini waktunya tes..tes..tes dengan pesimis coba ON kan tv, crass muncul gambar agak buyar sedikit walau layar sudah cerah dan selang beberapa detik raster berubah menjadi warna hijau beserta muncul garis blanking putih tebal di susul layar jadi gelap gulita dan pastinya mati protek deh..dengan perubahan volume cahaya indikator power led yang merah membara.
Seakan tidak percaya dengan penglihatan sendiri, maka mencoba lagi hidupkan sambil mengukur tegangan pada pin Katoda HIJAU wuusss..195VDC lalu pet turun drastis hingga 0V yang berbarengan dengan munculnya raster HIJAU berblangking yang secara otomatis sistim protek jadi aktif dan akhirnya Tv kembali standby..
Dengan cepat ukur ulang resistan pada katoda RGB ternyata tidak ada tanda tanda kalau pin katoda RGB short, weeleh.. ulangi lagi,,, aah.. tusuk dengan ujung probe tester DC VOLTMETER hanya di pin katoda G soket crt cuss.. tegangan keluar kecil saja karena jarum Volt tester goyang sedikit,. kena kau rupanya grid katoda HIJAU hendak menipu nih. Langsung aja lepas soket RGB dan cek heater dengan grid katoda Green pakai Ωmeter selektor x10k tuiiing... jarum pengukur melesat jauh.. hmm ternyata antara pin Heater dengan pin katoda G sudah terhubung singkat.
Disebabkan gak punya piranti Restorer / alat tembak layar.. akhirnya pakai solusi sistim energi out, simpelnya kalau salah satu atau semua grid katoda CRT sudah short ke ground Heater maka harus memisahkan kit Heater dari sasis Tv agar tegangan 180v Out RGB tidak amblas jadi triknya jalur H- di putus dari hubungan mesin tv dan melepas resistor fuse 1Ω yang mengarah ke H+ jalur suplai dari pin Heater FBT dan memanfaatkan energi batang ferit FBT atau bisa juga membuat suplai baru dari trafo jenis step down 0,5A 6VAC.
C r t
Untuk menciptakan tegangan 6VAC, pribados akan membuat lilitan di batang ferit FBT sebanyak 4 lilit dan memasang resistor 2,2Ω ~ 4,7Ω pada ujung kabel yang akan di pasangkan ke titik H+ soket CRT sementara ujung lilitan kabel yang satunya lagi di titik H- jalur ground yang telah putus tadi.
Lilitn
Setelah rampung buat suplai Heater independen, sekarang waktunya menguji hasil kerja kecil pribados...Dengan perasaan harap harap cemas tangan pun mulai menekan tombol power Tv Craaak.. terdengar suara dari acara stasiun Tv tertentu dan byaar..raster muncul beserta gambarnya. Horee.. senangnya Tv sudah normal kembali dan tidak konslet lagi. Ternyata trik mengisolir bagian Heater dengan membuat suplai tegangan dari energi FBT cukup memuaskan !
Daftar part aktif :
  • Regulator STR W6553A
  • Vertikal LA78040B
  • Transistor H out MD1802FX
  • SUARA TDA7297SA
  • MICOM IXD067WJZZ0
  • TUNER TAEA-G045D
  • FBT BSC 25-0232K
    1. ABL
    2. HT
    3. GND
    4. 180V
    5. AFC
    6. NC
    7. 24V
    8. GND
    9. B+
    10. H OUT

Tv PANASONIC, gangguan gambar seperti negatif film

Tv PANASONIC : Gambar seperti negatif filem / klise


Sebagai Tuser (Tukang Servis) Panggilan sering kali menghadapi dilema dalam menghadapi persoalan kerusakan televisi seperti pribados alami sekarang ini, setelah mendapat telpon panggilan servis tv yang mungkin bagi sebahagian klien menganggap kerusakan tv miliknya hanya ringan-ringan saja, padahal dalam proses perbaikannya harus memeras otak dan membutuhkan banyak waktu . Maka setelah mendengar dan mengetahui kasus gangguan tv yaitu gambar dan suara ada tapi gambar menjadi buram seperti negatif film atau klise dan tampak agak gelap, sengaja pribados sedikit mengulur waktu untuk mendatangi rumah pemilik tv dan mengejar servisan yang sekiranya bisa cepat di selesaikan. Setelah 4 hari berlalu barulah pribados menyambangi sang pemilik tv merk PANASONIC type TX-33GF15X, sedikit cemas sesudah melihat mesin tv yang banyak modulnya. Dengan hati-hati lepas kabel speaker kiri-kanan yang pakai soket, kabel yoke dan lainnya lalu tarik mainboard kebelakang. Waah.. mata pribados jadi nanar melihat blok tv sudah mirip hard disk komputer, kalau yang seperti ini sih bukan tantangan namanya tapi suatu cobaan berat...gerentes pribados sambil menyedot dalam-dalam sebatang rokok. Tancap solder, lampu kerja dan menelisik semua part tv yang ternyata hanya 1 elko yang sedikit kembung di bagian horisontal dan itu pun elko yang sudah pernah di ganti duluu sekali... oleh montir entah dari mana ?
Mengganti elko C124 1u/450v yang sudah kembung dan kering dgn nilai 2,2u/450v lalu menyolder bagian yang rawan panas, lalu coba masuk gugel untuk mencari pencerahan agar beban kerja menjadi sedikit ringan.
" Gambar yang sering muncul seperti negatif film atau klise di karenakan kehilangan sinyal Y pada sirkit Color Separator, di dalam tv model lama jalur sinyal Y (luminance) dan sinyal Ch(Chroma) masih terpisah dari ic video - chroma.
Sirkit Color Separation terdiri dari komponen seperti 1H Delay Line, Transistor DL Amp, Coil dan sebuah VR Trimer Potensio. Cara kerjanya : Sinyal Warna di inputkan ke bagian ini dan keluarannya adalah sinyal R- Y dan sinyal B-Y.
Komponen 1H Delay Line pada sirkit Color Separator masih berupa komponen mekanis yang berbentuk kotak (ada yang warna hitam, biru, abu-abu dan putih)
Dly 2

Part 1H Delay Line berfungsi untuk menunda sinyal Y, karena sinyal warna membutuhkan proses yang agak panjang dan lebih lama, maka sinyal luminance perlu ditunda beberapa mikrodetik agar kedua sinyal ini keluarnya bisa bersamaan pada bagian output ic video-chroma.

Gangguan Gambar menjadi negatif film /klise kemungkinan di sebabkan jalur sinyal Y terputus dan biasanya di sebabkan oleh kerusakan dari salah satu komponen terutama 1H Delay-Line ".
di kutip dari beberapa sumber..

Selesai berselancar ria di DUMAI membawa kesimpulan bahwa gangguan gambar klise berasal blok Color Separation yang tidak normal di sebabkan ada komponen yang rusak, kemungkinan besar berasal dari part mekanis 1H Delay Line.Kemudian pribados mulai memeriksa, apakah ada part 1H Delay Line pada tiap modul yang tertancap di motherboard ? dan akhirnya ketemu juga part di maksud, ternyata ada di pinggir mesin tv.
Delay
Lalu cabut Modul Color Separator dan lakukan solder ulang semua, untuk trimpot di putar kiri-kanan sedikit dengan harapan agar kinerja trimpot bisa pulih kembali serta ganti part 1H Delay Line copotan dari tv GoldStar.
Cs
Setelah semuanya beres, coba hidupkan tv byaar.. Gambar jadi terang benderang walau di stel selama 2,5 jam lebih ternyata gambar sudah tidak buram lagi..dan tentu saja langsung bayaran...he..he
Pnsc

Parameter Tv POLYTRON BOOSTER PICTURE

Parameter Tv POLYTRON PICTURE Booster


Parameter Tv Polytron Picture Booster type PN 20323MG pakai ic Croma STV2247/2286
Menemukan penyakit Tv jadul dengan gangguan raster dominan warna Biru dan bunyi suara speaker gemeresek yang sangat mengganggu kuping, mungkin sudah banyak di alami para Tuser. Kemarin sore pribados dapat panggilan servis sekaligus 3 unit Tv, sengaja pribados dokumentasikan hanya Tv Polytron keluaran awal tahun 2000 saja. Saat setiap di nyalakan muncul kilatan warna Biru redup lalu tampak raster dominan Biru.
Langsung saja oprek modul penguat RGB, namun hasilnya nihil. Penyakit tv tua begini agak menyusahkan karena di perkirakan Katoda CRT sudah pincang dan yang tampak gambar agak gelap gara-gara kehilangan warna Hijau. Sedikit tercenung melihat fenoma ini sebab harus dari mana dulu memulai pemeriksaan gangguan raster yang dominan Biru tapi warna Hijau menghilang.
Dalam kondisi badan yang sudah lelah karena ini garapan yang ke tiga kalinya, setelah menyelesaikan 2 garapan sebelumnya.
Di sela-sela mengutak-atik tv ini, sebenarnya ada perasaan yang mengganjal batin dan selalu bertanya-tanya dalam hati, kenapa tampilan logonya tertulis " OKEI " ? padahal pas di cek merk tv nya ternyata POLYTRON, hmm pasti ada yang salah dengan memorinya ? gerentes pribados. Walau semua canel ada siaranya, coba iseng-iseng program ulang pakai Menu Auto Search dan alangkah terkejutnya tak satu pun canel yang nyangkut tapi bisa tersimpan dengan baik menggunakan Fine Tuning
Langsung saja masuk ke servis mode, matikan Tv melalui Remot Kontrol dengan cara tekan tombol Power warna merah lalu tekan dan tahan tombol Menu sampai Tv menyala dan muncul 4 strip untuk membuka Factory Setting masukan angka 1013 dan adjust RGB, Vertikal dan Horisontal, untuk menyimpan tekan Menu maka akan muncul sekilas *stored* kemudian matikan dari Power Remot Kontrol, nyalakan lagi akhirnya berhasil juga menyeting warna seperti semula. Badan yang tadinya merasa lelah timbul spirit lagi dan bertambah semangat.
Di teruskan ke Parameter 1014, sekali lagi pribados terkejut karena option 0 ~ option 3 posisinya low alias nol semua begitu juga dengan yang lainnya kondisi zero, pantas saja logo berubah, di program Manual atau Auto tidak bisa ternyata data memory sudah Error.
Karena lupa atau tidak sempat mencatat Parameter saat menyervis tv Polytron Booster dulu, maka pribados cari di Gugel dan akhinya ketemu juga meski agak lama. Setelah dapat apa yang di cari, sekarang tinggal mengisikan kembali pada daftar ingatan tv. Cuma ada sedikit kendala di sebabkan Remot Kontrol bukan yang Original punya, melainkan Remot Kontrol Universal merk Joker 103
Untuk memperlancar proses Servis mode dalam mengubah factory, terlebih dulu pribados mencari kode Polytron secara Manual agar fungsinya mendekati peranan remot aslinya dan yang cocok kode remotnya adalah 2 5 3.
Remot
Petunjuk cara menggeser kursor pada Option digit yaitu pakai tombol Volume +/- sebelah kiri yang di tandai kedipan kursnr digital 0-o maksudnya kursor berkedip bersamaan dengan angka 0 (nol) jadi membesar dan mengecil, sedangkan untuk mengubah angka 0/low menjadi 1/high cukup tekan tombol Canel +/- di sebelah kanan. Soal ada bunyi gemeresek asalnya dari membran speaker yang sudah robek, solusinya ganti Loud Speaker dengan yang baru
Opt

Parameter 1013
H-SIHFT    14

APR    7

G-DC    21

R-DC    29

B-GAIN    50

G-GAIN    30

R-GAIN    36

B-CUT    60

G-CUT   60

R-CUT    60

V-AMPL    32

V-SHIFT    6

Parameter 1014
OPTION0    01011011

OPTION1    10001110

0PTION2    11000011

OPTION3    00001100

BASS MIX    0

AVL ADJ    0

FILTER NTSC    0

SECAM FILTER  :  0

Y DELAY    STAND

AGC    14

IF Coarse    6

IF FINE    152


Sumber factory 1014 di comot dari http://jhonandra.blogspot.com

Setelah selesai mengedit Factory 1014 kemudian matikan Tv dan coba Onkan lagi, sekarang logo sudah berubah menjadi POLYTRON kembali, lalu program ulang pakai Auto Search..hasilnya sungguh memuaskan !

Tv Sharp Mati Protek

Tv Sharp : mati protek dan di lengkapi data part aktif


Banyak kasus kerusakan tv walau gejalanya sama tapi penyebabnya bisa lain, seperti contoh yang akan saya kemukakan sekarang ini Tv Sharp Alexander jr. dengan gejala mati protek di sebabkan karena ada kerusakan pada blok horisontalnya...Dengan mengamati proses pengukuran maka sebenarnya penyebab gangguan bisa di lokalisir dengan artian mempersempit wilayah kerusakan, begini ceritanya :
Tv Sharp ALEXANDER jr.type 14GX20 punya kendala mati protek, saat pertama kali di buka terlihat mesin sudah acak-acakan karena ada bekas jejak servis dan langsung saja cek transistor h out yang ternyata kondisi setengah short...lalu cabut tr.h out TT2140 dan sekalian merapihkan ulang solderan yang sudah berantakan, banyak hasil soldernya yang ngatruk (nempel antara 2 titik solder yang beda jalur) jadi sangat mengkhawatirkan. Setelah selesaikan semua solderan yang memang sudah di kerjakan lebih dulu oleh montir tv sebelumnya, coba tes tegangan B+ dan keluar 115vdc hingga pada titik kolektor juga, lalu cek di titik basis tr.h out ada sekitar 1,5vac walau hanya sesaat tapi sempat terlihat karena memang kondisi tv mati protek apalagi tr.h out di lepas yaa..seperti itulah keadaanya. Pemeriksaan awal tadi menunjukan bahwa mesin masih sehat hanya saja yang mengherankan transistor yang di pasang oleh montir terdahulu bisa short lagi..? itu sebabnya beliau gagal servis, ada kemungkinan bengkel tersebut agak segan dengan kerusakan Tv Sharp...he..he..itu cuma dugaan saja, karena memang Tv Sharp dari tahun satu sampai abad Millenium ini banyak memakai sistem protek pada tiap-tiap bloknya sehingga menyulitkan para bengkel termasuk saya tentunya, tapi untung garapan kali ini si Alexander Junior.. Baiklah tidak berpanjang lebar ahlul bait di ganti dengan tr. D2499 dulu agar bisa bertahan sedikit dari pengaruh part yang short (nantinya di tukar ke TT2140 lagi) dan coba nyalakan tv sambil tes tegangan pada titik B+, tampak ada 115vdc tapi tidak turun karena blok regulator ini tidak di lengkapi dengan ic optocouple dan langsung standby (lampu led nyala) namun saat tombol ch+ di tekan untuk start ,tegangan naik sebentar jadi 118v lalu turun sekitar 80v kemudian naik lagi ke 115v. Kesimpulkan mesin ini bisa start tapi karena ada part yang mungkin setengah short maka saat on tampak seperti tidak ada reaksi sama sekali.
Melihat kenyataan seperti itu, dan juga pernah diganti tr.h outnya tapi tidak berhasil bahkan kembali rusak maka biasanya diperkirakan ada 2 part yang mengalami gangguan yaitu Yoke Defleksi atau Flyback Transformer (FBT), maka saya ambil yang termudah dulu yaitu memeriksa yoke, ternyata...benar saja part tersebut sudah hangus akibat lem kualitas rendah yang memyebabkan korosi pada gulungan kawat email yoke, lem di rekatkan pada 2 kutub gulungan yang sengaja dipisahkan dengan gap (celah) jadi jaraknya sekitar 1mm saja tentunya ke 2 gulungan tersebut jadi terbakar semua...
Yokesharp
Akhirnya di bongkar juga yokenya karena berhubung pemilik tv hanya ada persiapan uang untuk jasa servis tv saja, kawat email gulungan bawah terkelupas lapisan laknya dan tampak menghitam jadi bisa di kerik untuk membuang kotoran serta bisa di bersihkan dengan thinner sedangkan gulungan atas yang sedikit parah sampai ada 3 lilitan kawat email yang putus, gulungan kawat bawah yang sudah terkelupas bisa di lapisi ulang dengan power glue atau sejenisnya asalkan lem itu kondisinya sangat baik cair seperti air jadi ketika di teteskan maka akan langsung meresap pula sampai pada kawat email yang lain dan minimal 2 atau 3x melapisi kawat email agar tebal seperti lapisan lak aslinya sedangkan gulungan atas, kawat email yang putus harus disambung dengan kabel biasa dan pastinya juga di beri lem pula karena bernasib sama yaitu terkelupas...
Setelah lem kering dan sudah tidak ada yang induksi lagi antar lilitan kawat email dan antar ke 2 gulungan atas-bawah, sekarang waktunya ujicoba yoke yang di servis tadi karena peluangnya 50 : 50 dan sekaligus tes mesin tv yang mati protek...jreng..jreng..tv bisa start dan terlihat lampu heater nyala sebentar kemudian muncul raster lalu layar menjad Blueback, langsung tancap antena...eeeh gambar dan suara muncul berbarengan..Alhamdulillah...rampung juga gawean tv iki.
Tes 15 menit tidak ada tanda apa-apa dari yoke atau yang lainnya...Tidak lupa mengganti tr. dengan nomor aslinya kemudian tes ulang sampai 2 jam lebih situasi aman terkendali, berarti servis yoke sukses besar !! sambil itu tak catat type part untuk data manual servis seperti :
  • Ic regulator STR W5453A
  • Transistor h out TT214
  • FBT BSC 25-02167
  • Ic Vertikal LA78040B
  • IC SUARA LA42031
  • IC MEMORY 24C08WP
  • IC PROGRAM IXC 245WJN50
  • YOKE
    kertas terjepit ferit gulungan, lain waktu bisa di lengkapi.

Follow by Email

Label

Mengenai Saya

Dompu, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
Saya orang biasa yang ingin mengenal blogger dan mengelola Purnama Elektronik Blogspot ini untuk menambah wawasan serta berbagi pengalaman dalam dunia reparasi TV, agar punya motivasi kuat untuk berkarya & menjadi lebih baik dari sebelumnya. Berawal dari Hp N-70 lalu dikenalkan oleh teman tentang internetan via seluler dan bisa eksis sampai sekarang. Setiap artikel yang di posting selain untuk berbagi, di dedikasikan arsip kerja dari pengalaman dan dari narasumber lain sebagai pelengkap. Tidaklah menampik bila saatnya nanti memiliki sebuah perangkat Laptop tentunya jadi sangat baik karena proses pembelajaran akan mudah dan lancar.. Materi artikel apapun yang di posting di blog Purnama Elektronik ini, semata-mata hasil dari jerih payah pribadi yang tentunya banyak di support oleh teman, sahabat, kenalan dan para MASTER BLOGGER serta keluarga tercinta.